Friday, 3 March 2017

Kecoa Si Cinta Monyetku

Kecoa Si Cinta Monyetku

            “Aduh!” aku berteriak ketika merasakan jepit rambutku ditarik oleh seseorang.
            “Hahaha! Lucu!” aku menoleh ke arah suara itu, lagi dan lagi, ah rupanya Dafa. Anak itu memang setiap hari menggangguku. Sudah berkali-kali aku bilang pada Bunda, namun Bunda tidak menggubrisnya.
            “Diem ya kamu!” kataku memukul lengan Dafa, “Aku bilang Bunda nih!” kataku lagi.
            “Gak takut, wee!” dia menjulurkan lidah kepadaku. Aku kesal bukan kepalang melihat Dafa yang mirip kecoa ini.
            ***
            “Yaah.. Hujan,” aku mengulurkan tanganku sambil menatap langit. Air hujan ini cukup deras, aku tidak bisa menerobosnya.
            Hari ini jadwal lesku, jarak tempat les dari rumahku cukup dekat. Tetapi kalau hujan begini, mana bisa aku pulang. Aku duduk di teras tempat lesku, membaca buku dongeng pemberian Bunda.
            “Hai gendut!” seseorang menepuk pundakku. Aku menoleh, Dafa! Ya, aku memang satu les dengan kecoa itu, rumahnya juga hanya berjarak sekitar lima bangunan dari rumahku.
            “Gak pulang?” dia menambahkan, nadanya tidak biasa, agak baik gitu deh.
            “Hujan,” jawabku pelan.
            “Pulang sana, mau maghrib,” katanya lagi. Ya ampun Daf! Bagaiaman caranya aku pulang kalau sedang hujan, aku tidak punya payung atau jas hujan.
            “Gak bisa,” jawabku singkat sambil terus terpaku oleh buku dongeng.
            Dia diam, dan mengeluarkan bingkisan dari tasnya kemudian memberinya kepadaku. Aku menerimanya dengan pelan-pelan takut kalau isinya berupa tikus putih yang aku takuti. Aku membuka bingkisan itu, dan kalian tahu apa isinya? Sebuah jas hujan!
            “Pakai saja,” dia tersenyum manis kepadaku, ah tidak biasanya dia baik seperti itu.
            “Nggak ah, kamu pakai saja, kalau aku yang pakai, kamu pakai apa?” tanyaku sambil mengulurkan bingkisan jas hujan tadi.
            “Aku ada kok, nih!” dia menunjukkan sebuah jas hujan lagi. Apa?! Dia bawa dua jas hujan? Untuk apa? Coba pikirkan! “Kemarin aku minta Mama untuk membelikan jas hujan satu lagi buat Nadira, karena aku kasian sama Nadira, kalau hujan harus tunggu Bunda pulang, kan malam banget,” jelasnya. Ya ampun! Seorang Dafa ‘Kecoa’ bisa kasihan juga sama musuhnya? Dafa yang suka bilang aku gendut dan itu faktanya, bilang kasihan sama aku? Why?! “Ayo pulang,” dia mengajakku. Kali ini aku tidak menolak, karena memang aku juga ingin pulang karena sudah mau maghrib, Bunda pulang jam delapan malam.
            ***
            “Nad, kamu dapat kelas apa?” tanya Bella kepadaku.
            “6-A!” jawabku girang sekali.
            “Wah Nadira sekelas sama aku!” tiba-tiba Dafa datang sambil berteriak.
            “Aku gak berharap sama kamu ya Daf!” kataku menyipitkan kedua mataku yang sudah sipit.
            “Kalau beda kelas nanti kita kangen Nad, kan kalau sekelas enak,” jawabnya enteng. “Aku kan bisa lihat kamu terus setiap hari, hehe,”
            Aku pikir wajahku sudah mirip kepiting rebus yang diolesi sambal yang merah sekali, kenapa aku jadi malu?
            “Ciee... Dafa suka Nadira!” tawa seluruh teman-temanku. Ah!
            “Emang iya,” Dafa tersenyum sambil menatapku.
            Kelas enam berbeda dengan kelas lima, tentang keseriusanku, penampilanku, dan sikap Dafa! Ya! Kecoa itu memang benar-benar beda, dia lebih baik kepadaku. Memberikan perhatian-perhatiannya padaku. Ah! Aku pikir dia cuma berubah saja karena sudah besar bukan?
            ***
            “Nad, aku suka kamu,” Dafa menatapku. Saat ini aku sedang duduk bersama Dafa, Dafa yang minta karena Alin tidak masuk kelas hari ini.
            “Haha..” tawaku sedikit garing.
            “Kok ketawa?” tanyanya bingung.
            “Nggak kok,” jawabku.
            “Tadi ketawa,” matanya terlihat serius.
            “Siapa bilang?” elakku lagi.
            “Aku,” Dafa memalingkan wajahnya, “kalau kamu ketawa jadi cantik,”
            Dia ngomong apa sih? Jangan buat aku salah tingkah deh! Sepertinya aku sudah mulai pubertas, pikirku. “Emang aku cantik,”
            “Tambah cantik kalau ketawa, mirip princess,” dia tersenyum bahagia saat itu, mau taruh di mana mukaku ini! Aku malu Ya Tuhan...
            “Oh iya Nad, aku suka kamu dari kelas empat loh,” Dafa menambahkan lagi.
            “Kata Bunda gak boleh suka-sukaan,”
            “Yaudah, sukanya aku simpan saja ya sampai aku gede,” dia mentapku, “boleh?”
            Aku tidak bisa menjawab lalu mengangguk tanpa ekspresi.
            Sejak kejadian itu, aku dan Dafa sedikit menjauh, entah karena apa. Tetapi karena aku menjauh dengan Dafa, aku lebih serius dalam belajar, nilai Ujian Nasionalku juga bagus, masuk sepuluh besar! Aku juga menceritakan apa yang dibicarakan Dafa kepada Bunda, dia hanya tertawa seraya berkata, “Princess Bunda suka sama kecoa ya,”
            Kata Ayah, besok aku akan didaftarkan ke SMP yang favorit, aku akan menjadi anak SMP! Nadira yang lugu ini jadi anak SMP!
            ***
            “Hai Nad,” seseorang memanggilku. Aku yang sedang kebingungan mencari kelas menoleh ke sumber suara yang baru puber itu.
            “Dafa?” tanyaku.
            “Satu sekolah lagi ya,” katanya tertawa menunjukkan matanya yang sipit ketika tertawa, “kamu masih gendut, hahaha,” Dafa masih sama ternyata, bilang aku gendut terus.
            “Aku mau diet!” jawabku kesal.
            “Jangan,” jawabnya datar.
            “Kenapa?” heranku.
            “Nanti aku gak suka lagi,” setelah mengatakan itu, dia lalu pergi meninggalkanku. Siapa peduli kalau dia gak suka aku lagi? Hah?!
            Ah! Akhirnya aku menemukan kelasku, ada di lantai dua, di pojok lagi! Aku telat datang deh! Kursinya sudah penuh semua, lalu aku duduk dimana?
            “Disini,” seseorang meraih pergelangan tanganku, seorang anak perempuan cantik berkucir kuda.
            “Makasih,” jawabku.
            Aku terpaku melihat seorang anak laki-laki duduk di depanku, matanya bulat, kulitnya hitam manis, senyumnya lebih manis, rambutnya keren! Aku pikir sku sudah pubertas karena sudah suka-sukaan. Siapa sih dia? Oh! Namanya Sulthan! Hm.. Aku permaisurinya kali ya? Hahaha...
            ***
            Satu, dua, tiga, empat bulan berlalu. Aku sukses diet! Aku turun cukup drastis! Tetapi pipiku yang gemas mirip bakpau ini masih menempel, tidak apa-apa pipi yang gembul itu lucu, katanya.
            Aku berjalan menuju halte, menunggu angkutan lewat, namun hari sudah sore, angkutan jurusan rumahku sudah sedikit sekali yang lewat.
            “Nad,” aku menoleh. Sudah berapa lama aku tidak melihat wajah ini, dia sibuk karena tugasnya sebagai anggota OSIS, aku sibuk karena aku wara-wiri dari olimpiade ke olimpiade lainnya.
            “Eh Daf,” aku tersenyum.
            “Kurusan ya,”
            “Iya,”
            “Tapi aku masih,”
            “Masih apa?”
            “Suka,” aku tertawa mendengarnya. “Nad, mau jadi pacar aku?”
            Aku tersentak, bayangkan! Anak SMP jaman sekarang mainnya sudah pacar-pacaran?!
            “Ih?” aku bingung dengan pipi memerah.
            “Gimana?”
            “Iya,” entah kenapa aku malah jawab iya. Tolol! Nadira tolol! Masa mau sih pacaran sama mantan musuh, cinta monyet lagi?!
            “Yey!” dia terlihat bahagia. Aku tersenyum seraya mengutuki diriku sendiri.
            Aku pikir, Dafa sudah cukup berkorban kepadaku dari dulu. Aku juga harus membalasnya bukan? Aku juga suka dengannya saat dia bilang aku mirip princess kalau ketawa,
            ***
            Kelas tujuh, kelas delapan, aku masih berpacaran dengan Dafa,dia baik, tidak membosankan. Hobinya membuat humor lucu walau terkadang garing. Tapi lucu aja. Tetapi saat kelas sembilan, dia sedikit menjauh dariku, sempat aku tanyakan kepadanya kenapa, dia tidak menjawab.
            Tetapi aku tidak terlalu memikirkannya, Dafa mungkin sibuk menjadi anggota OSIS. Kalau boleh aku beri tahu, aku sedang dekat-dekatnya dengan Sulthan, ingat dia bukan? Orang yang aku bilang cinta pertamaku, aku sudah tidak suka lagi sekarang, entah kenapa. Aku lebih suka Dafa padahal wajah Sulthan lebih juara dari wajah Dafa yang pas-pasan.
            “Nad, belum pulang?” Sulthan menghampiriku yang sedang memainkan ponsel.
            “Buka apa Nad?” tambahnya, basa-basi, pikirku.
            “Dagelan,” jawabku.
            “Linknya apa Nad?”
            “Hmm bentar, aku kirim di Line aja ya,”
            Aku mengetik URL ‘http://dagelan.co’ pada Sulthan.
            “Makasih Nad,”
            Aku dan Sulthan duduk berdua di kelas, aku sedang menunggu Dafa pulang dari rapat OSIS, dan Sulthan? Entah.
            “Seru ya Dagelan,” katanya menembus suasana sepi.
            “Haha iya,” tawaku singkat. “Aku duluan ya,” aku pamit kepada Sulthan ketika melihat Dafa lewat depan kelasku bersama seorang perempuan.
            “Daf?” heranku. “Siapa?” aku menatap perempuan itu.
            “Bukan siapa-siapa,” jawabnya.
            “Siapa?!” bentakku.
            “Teman,”
            “Aku mau putus Daf!” aku berlari keluar sekolah.
            Tega! Daf! Tega! Kamu yang dulu suka mengejarku kini berhenti dalam hati orang lain, aku yakin Daf, itu bukan sekedar teman. Aku yakin Daf!
            Esoknya, aku sangat malas berangkat sekolah, ingin muntah ingat kejadian kemarin. Aku hendak masuk kelas namun terhenti ketika melihat Dafa dan perempuan kemarin berjalan bersama. Terdengar teriakan, “Pasangan baru, pajak dulu dong!”
            Pasangan? Secepat itukah Daf? Tanpa alasan kamu pergi, astaga! Pipiku memanas!
            Sejak kejadian itu, aku dan Dafa menjauh, sangat menjauh. Saat itu aku merasakan patah hati yang pertama kali. Membekas lama sekali, aku tahu, mungkin kau pikir aku terlalu lebay, namun memang benar adanya, sakit!
            Aku bercerita masalah itu kepada Sofia, sahabatku sejak kelas tujuh. Katanya, aku tidak perlu memikirkan masalah itu. Aku harus fokus karena Ujian Nasional akan diadakan sebentar lagi. Benar, aku cukup bodoh! Untuk apa aku memikirkan masalah ini! Tidak berguna bukan?!
***
Waktu memang cepat sekali ya, aku sudah SMA sekarang. Nilai yang memuaskan, coba saja kalau aku memikirkan masalahku dengan Dafa, nilaiku pasti hancur! Dafa? Dia sekolah di Surabaya sekarang, Mamanya memang orang Surabaya.
So you can keep me
Inside the pocket of you ripped jeans
Dering ponselku berbunyi pertanda telpon masuk.
“Halo?” kataku.
“Nad,” seorang laki-laki menyebut namaku.
“Siapa?”
“Dafa,” aku membatu. Buat apa dia menelponku?
“Oh,”
“Maaf ya, aku benar-benar salah Nad, kamu gak tahu alasanku kan?” kenapa dia langsung ke inti sih? Gak basa-basi dulu?
“Sulthan suka sama kamu,” dia menambahkan lagi.
“Terus?”
“Aku putusin kamu biar Sulthan sama kamu, aku masih sayang sama kamu Nad, aku serius,” perkataannya membuatku bergetar. “Nad?”
“Iya,” jawabku.
“Maaf,” katanya penuh penyesalan.
“Bulan Desember aku pulang, aku mau kita temenan lagi, gak perlu pacaran,” dia berbicara lagi.
“Iya,”
“Aku tahu kamu pasti sakit kan saat itu? Aku tahu Nad, tahu!” dia berbicara keras.
“Iya Daf,” hanya itu yang bisa aku ucapkan.
“Nad,”
“Iya,”
“Sukanya aku buat nanti aja ya, kalau udah dewasa,” dia tertawa di telpon.
“Terserah,” kali ini aku tidak bisa menahan tawaku karena dia mengulang perkataannya beberapa tahun silam. Aku juga terharu ketika tahu alasannya karena dia tahu Sulthan menyukaiku, dia pikir aku juga menyukai Sulthan, tapi tidak. Aku suka dia, Dafa, kecoaku.
Saat itu aku menghabiskan waktu untuk saling berbicara lewat telepon, bertukar cerita, sudah lama aku tidak begini dengannya. Aku tidak tahu kalau Sulthan suka padaku, aku sudah tidak suka lagi, namun Dafa memberitahuku agar menghargai pengorbanan Sulthan seperti aku menghargai pengorbanannya.
***
Patah hati. Awalnya.
Kebahagiaan. Balasannya.
Tuhan memang serba bisa mengatur segalanya, aku patah hati, bodoh! Itu hanya cinta monyet! Buat apa aku patah hati? Tuhan memberitahu, menegurku, aku belum boleh untuk cinta-cinttan. Tugasku untuk mengejar impian bukan pacaran! Hatiku masih rapuh! Dikit-dikit sakit, alah! Lebay!
Aku mengetik itu ke laptopku. Lucu saat aku membacanya berulang-ulang. Rasanya aku ingin melupakan kejadian itu, kejadian dimana aku patah hati untuk pertama kalinya, aku malu! Mengutuki diriku ini. Aku ingin tertawa kencang!
Patah hati? Di umur tiga belas tahun? Hahahahaha... Sepertinya Bunda akan memarahiku ketika tahu aku pernah pacaran di usia muda atau mungkin tertawa dengan kencang sambil berkata, “Masa’ princess pacaran sama kecoa? Masih kecil lagi,”







            
Share:

Friday, 16 December 2016

Maulid Nabi di SMAN 2 Cirebon

Assalamualaikum...

Kita sudah masuk pada bulan Maulid, dimana Rasulullah SAW lahir. Banyak acara yang dilakukan umat muslim untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, tidak terkecuali di SMAN 2 Cirebon, acara maulid itu diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kota Cirebon. Oiya, dalam acara ini, banyak pejabat yang datang loh, seharusnya ada Pak Nasrudin Aziz selaku Walikota Cirebon, tapi sayang beliau ada keperluan tugas.

Walaupun tanpa kehadiran Pak Nasrudin, acaranya tetap seru kok! Yuk lihat bagaimana acaranya!


Nah mereka adalam Tim Rohis  bagian penerima tamu. Tim Rohis itu friendly, tamu jua diajak foto :v btw, bapak gak kalah ganteng sama mas-mas Rohisnya kok...


Nah yang tadi itu para ikhwan penerima tamu, ada juga para akhwatnya, cantik-cantik! Bu guru juga ga kalah cantik kok ya.. 



Oiya, untuk para tamu jangan lupa mengisi buku tamunya ya^^


Blok bagian akhwat. Tempat akhwat dan ikhwan dipisah ya, yang ikhwan gak bisa modus-modusan lagi.


Mereka adalah para siswa yang tidak kebagian kursi, teras pun jadi, gak masalah ya! Semangat mencatat!


Pembawa praacara terbaik! Pak Mukhlas dan Bu Ayi, mereka adalah guru Pendidikan Agama Islam.


Ini salah seorang siswa yang mencoba menjawab pertanyaan. Alhamdulillah masih ada yang bisa menjawab pertanyaan seputar hadits.


Ini adalah pada saat pembacaan barzanji oleh tim Rohis dan guru-guru. 



Ya! Mereka adalah idola baru, Tim Nasyid Rohis. Betah banget dengar mereka nyanyi!


Pembacaan puisi spontan oleh guru Bahasa Indonesia, Bu Dede dan Bu Rayu. Btw, mereka spontan membacakan puisi loh, tidak pakai naskah! Hebat kan?


Ustadz Jajang Aisul Mudzaki yang memberikan tausiyah. Isi tausiyahnya tentang zaman jahiliyah, dan perilaku zaman jahiliyah yang ada pada masa kini. Astaghfirullahaladziim...



Sesi sambutan dari Pak Sekda.



Do'anya yang khusyu' ya, jarang-jarang kita berdo'a bersama. 


Bismillah... InshaAllah amal jariyah untuk perluasan Masjid di SMANDA berkah ya. Perlu diketahui, amal jariyah adalah bekal kita saat di akhirat kelak.


Nah itu adalah serangkaian dokumentasi acara Maulid Nabi Muhammad SAW di SMANDA, masih banyak lagi foto yang diambil Tim Dokumentasi dari Rohis dan Tim Jurnalistik. Beriku foto-foto lainnya.





[Sebelum acara] 


Alhamdulillah...
Acara berjalan dengan lancar, para siswa juga antusias dengan acara ini. Terima kasih Tim Rohis Baiturrahman yang telah menjaga saat acara berlangsung. Terima kasih Tim Dokumenter Rohis (Lita Yulia A, dkk) serta Tim Jurnalistik bagian Potret. Dan syukron untuk Pemerintah Daerah Kota Cirebon yang sudah mengadakan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 2 Cirebon. 

Dengan acara ini, semoga kita bisa meneladani sifat Rasulullah SAW, dan ada perubahaan untuk kita semua. Hamasah berhijrah!!

Jangan lupa follow instagram Rohis SMANDA Rohis Baiturrahman






Share:

Thursday, 15 December 2016

Penuhi Liburanmu Saat di Rumah

Assalamu'alaikum...

Liburan di depan mata loh, setelah menempuh UAS dan dilanjutkan remedial *eh akhirnya kita ketemuan lagi sama liburan! Punya rencana kemana? Pantai? Gunung? Atau mau di rumah aja? Wkwk.. Kalo saya? Di rumah, paling sesekali jalan ke tokbuk atau mal wehehe:v 

Mungkin ada diantara kalian yang mengisi waktu liburan di rumah, hari penat banget, serasa kangen suasana sekolah!;v 

Oiya, saya punya beberapa tips biar kalian gak bosen di rumah, mau tau? Ok! 

1. Lakukan Hal Yang Kalian Sukai

Contohnya kaya menggambar, menulis, ngeblog, dan lainnya. Kalau kalian bosen sama yang ini, pindah ke yang itu. Kalian bisa mengembangkan hobi kalian juga loh biar dapat uang, contohnya membuat berbagai kerajinan dari kain flanel, kalian bisa membuatnya menjadi pernak-pernik cantik, lumayan loh hasilnya. 

2. Masak

Kalianbisa memasak yang kalian suka, mau itu sama ibu atau sendirian. Bahkan kalian bisa bereksperimen dengan bumbu-bumbu dapur, lumayan menghabiskan waktu sampai sore. Perut juga kenyang!

3. Nonton Film

Di zaman yang modern ini, kalau ketinggalan film bagus kita bisa download (walaupun bajakan) tapi setidaknya itu bisa memenuhi kebutuhan hiburan kita. Iya nggak? Nah, buat pecinta fil atau nggak, nonton film di laptop, komputer, handphone, adalah solusi terbaik untuk memenuhi liburan kita!


Masih banyak lagi ide lain yang bisa kalian terapkan biar liburan di rumah gak penat dan bosan. Kalian bisa membantu orang tua, atau mencoba berbisnis:v lumayan lah... 

Oiya saat liburan, jangan terpaku hanya pada bermain handphone saja, kalian bisa lakukan hal yang lain loh, mata kamu rusak loh kalau handphone terus. Atau buat Si Rajin, liburan adalah momen terbaik buat encerin otak! 

Nah, sekian tips singkat dari saya! Ucapkan selamat datang buat LIBURAN^^



Share:

Sunday, 11 December 2016

Kamu Tidak Sendirian

Assalamu'alaikum!!

Alhamdulillah aktif kembali setelah sekian lama vakum:3 maafkan daku yang lama ga ngepost:') nak SMA sibuk ya wkwk :v

Sebenernya agk kaku buat nulis artikel lagi, but, punya ide muncul. Nah saya akan mengambil judul Kamu Tidak Sendirian.

[Masuk Tema]

Pernahkah kamu merasa sendirian tidak ada yang menemani? Dunia seakan tidak menganggapmu ada, teman-teman enggan mengobrol denganmu dengan alasan yang tidak kamu ketahui. Biasanya para perempuan yang sering seperti ini, laki-laki juga, tetapi laki-laki lebih bisa memperbaiki situasi dengan menghilangkan gengsi. Tapi perempuan? you know lah...

Menurut saya, kamu gak harus merenungi nasib gitu deh. Jangan cari alasan buruk kenapa mereka gak mau temenan sama kamu. Hmm, gini deh, aku kasih tau faktornya :

1. Kamu memang susah bergaul

Bisa dibilang kamu introvert, kamu enggan berkenalan dengan orang lain, nah sifatmu yang begitu harus diubah ya. Introvert itu dasar, boleh, tapi kalau masalah pergaulan lebih dikondisikan lagi ya...

2. Kamu sombong

Kayanya gak perlu dijelaskan lagi maksudnya, mulai sekarang intropeksi aja ya, berusaha jadi yang apa adanya.

3. Karma

Kalau dalam Islam, karma itu gak ada. Tapi kalau sebab-akibat mugkin ada, mungkin dulu kamu cuek dan diemin temen, nah mungkin sekarang balasannya. Jadi hati-hati sama setiap perilaku ya.

Masih banyak faktor lainnya, mungkin bisa kalian pikir lagi. Lalu bagaimana memulai pergaulan dengan baik?

1. Salam, Senyum, dan Sapa

Biarin deh orang bilang sok kenal, memang niat mau kenalan kok.. Tapi jangan berlebihan juga ya, biasa saja.

2. Baik

Baik. Baik ya baik. Kalo ada yang kesusahan ya mohon bantuannya jangan cuek amat, tapi jangan terlalu baik, yang ada kamu malah dimanfaatin.

3. Jadi yang terbaik

Apa ya maksudnya? Kalo kamu sudah dijauhi teman-temanmu, berusaha jadi yang terbaik, tunjukkan bakatmu, teman-temanmu bakalan ngebutuhin kamu, meskipun kamu gak tau itu tulus atau tidak.

Berteman itu perlu. Kamu jangan terlalu sendirian. Manusia makhluk sosial loh.

Gimana kalo aku sudah terlanjur sendirian? Orang-orang seperti tidak mau denganku??

Ada juga sih yang begini, mereka nyaman sama kesendirian, mereka trauma sama yang namanya teman, salah? Ngga juga sih, salah satu dan satu-satunya tips ya, dengan melakukan hobi. Hobi itu teman paling terbaik banget deh, dijamin kamu gak akan kesepian.

Menurut saya sih kalian yang suka kesendirian harus mulai bergaul deh (but TS juga suka sendiri:'v) tapi saya lagi berusaha buat bergaul lebih banyak, cape' loh sendirian mulu.

Nah itu adalah artikel singkat penutup tahun ini:'v wkwk gatau deh kapan ngepost lagi, UAS lagi berjalan.

Btw kunjungi instagram annisah03
Share:

Thursday, 11 August 2016

Generasi Tak Terdidik

Assalamu'alaikum... \^^/

Maaf ya saya baru bisa ngepost sekarang, jadwal sibuk nih, hihihi :v

Disini saya akan membahas tentang 'Generasi Tak Terdidik' saya bingung mau kasih judul apa. Karena ini pengalaman saya pulang sekolh tadi.

Sekilas...
Tadi saya naik angkot, bertemu dengan 3 adik-adik kelas SMP saya dulu. Di tengah jalan, gerombolan anak laki-laki berseragam masuk angkot.
Di daerah saya itu sudah biasa, namun mereka masing-masing hampir menghisap rokok?!

Umur mereka kira-kira 13tahun, ya mungkin kelas 2 SMP. Tapi kok sudah berani hisap rokok gitu ya? Tidak tau lah! Saya pun heran. Nah, jadi ceritanya di angkot itu sempiiit banget!

Tau-tau salah seorang anak laki-laki berbicara pada saya, "Heh siro ngali coba rik! Sesek!" jika di artikan itu, "Heh kamu pindah coba rik! (rik : anjing *maaf*) Sempit!'

Saya bukannya ingin di hormati, cuma dia menggunakan kata yang tidak seharusnya di ucapkan. Apalagi jika dikira-kira, umur saya lebih tua darinya. Pantaskah murid menggunakan kata binatang?

Nah jadi itu sekilas cerita saya tadi, hal tersebut mungkin terjadi dimana-mana, generasi muda yang harusnya dapat menikmati keindahan dunia dengan hal positif harus dikotori dengan dunia yang kelam...

Apalagi seorang siswa, anak sekolahan. Apa tidak memalukan almamater sekolah? Saya tau siswa tadi berasal dari sekolah apa, saya bisa saja melaporkan hal tersebut kepada sekolahnya. Bukankah itu memalukan nama sekolahnya?

Lalu bagaimana sih anak-anak tersebut bisa menjadi generasi nakal itu?

Penyebab :

1. Kasih sayang orang tua yang kurang
2. Kurangnya ekonomi keluarga
3. Terbawa teman
4. Mencoba
5. Kurangnya didikan dan kesadaran

Kurang lebih seperti itu, saya tidak habis pikir, bagaimana masa depan mereka (anak nakal) ? Apakah mereka masih memegang prinsip "Nakal dulu baru sukses,"?

Saya pernah bertanya pada guru saya, "Kalau prinsip nakal dulu baru sukses itu maksudnya apa ya Bu?"

Lalu guru saya menjawab, "Tidak ada prinsip seperti itu, kalau masa mudanya nakal, bagaimana dia sukses? Mau ngandalin takdir tanpa usaha?"

Lalu bagaimana sih caranya menyadarkan mereka?

Kalau menurut saya, menyadarkan mereka itu susah sekali, rata-rata anak-anak seperti itu punya pendirian yang 'sok' kuat, bertahan sama prinsip salahnya. Mereka gak pikir lebih tentang apa yang mereka lakukan! Jadi menurut saya, untuk orang tua, mari kita bercengkrama dengan anak, kedekatan orang tua mencegah perlakuan anaknya yang keluar dari batas norma. Untuk sekolah yaaa, memberikan ketegasan dan sanksi yang wajar ya tentunya.
Untuk masyarakat? Cukup bersabar, jangan malah memarahi dan memaki mereka, itu malah buat mereka tambah nakal dan sok jagoan.

Sekiranya itu saja yang bisa saya post disini, semoga generasi seperti itu dapat dikurangi.

Sekian.
Wassalamu'alaikum..

Share:

Saturday, 30 April 2016

Siapa Yang Salah?

Haiiii >,< maaf baru muncul lagi. Rindu kah sama saya? Kyaa :v
Sekian lama gak nge-blog, aku mau ngasih tema yang sering dibicarakan, 'TEMAN'! Bedanya, saya akan mengulas artikel ini dari segi pandang yang berbeda.

Yuuukkkk!!

Tema sebelumnya saya pernah ngasih ciri-ciri teman dan sahabat kan? Nah kali ini hampir sama.
Saya mau tanya dulu deh, "Kalian punya teman?"

Ya! Punya!

"Kalian merasa teman kalian datang hanya pada butuhnya saja?"

Haha! Iya benar!

98% beranggapan bahwa teman mereka hanya datang saat butuh, dan sahabat juga mengkhianati.

Perlu di garis bawahi, saya mau ngebuktiin kalau anggapan miring itu tidak seluruhnya benar! Kalian sempat berpikir tidak, kalian punya teman banyak, ratusan bahkan ribuan? Begitu pula dengan teman kalian yang punya banyak teman. Mungkin lebih banyak dari kalian.

Kenapa saya kasih judul 'Siapa Yang Salah?'
Nah begini, pengalaman dikit aja yaa. Saya punya teman yang bercerita kepada saya bhawa si 'dia' datang hanya pada butuh saja, senang kesana, sedih kesini. Lalu, yang namanya si 'dia' bercerita kepada saya bahwa 'teman saya' datang hanya pada dia kesulitan saja.
Mengerti kan apa maksud saya? Jadi, satu sama lain itu saling menyalahkan. Pada saat itu saya bingung mau bilang apa, karena keduanya saling membicarakan masing-masing.

Siapa yang salah? Tidak ada.
Sebaiknya pemikiran 'dia datang pada saat butuhnya' harus segera dihilangkan. Kenapa? Karena itu bisa merusak pertemanan. Satu sama lain tidak saling intropeksi diri, padahal, bukan maksud masing-masing untuk datang pada saat butuhnya saja, tetapi saking banyaknya teman. Kalau main sama yang itu-itu saja, yang lain bagaimana?

Mungkin masalah seperti itu, bisa datang karena sifat kita yang buruk sehingga teman pun enggan untuk berteman dengan kita. Jangan salahkan teman, intropeksi saja dulu.

Kalian mau tau tips menjaga pertemanan?
Ok! Aku kasih tipsnya :

1. Saling terbuka

Ini sangat sibutuhkan ketika menjalani sebuah pertemanan, tanpa sifat terbuka, satu sama lain akan berfikiran negatif dan curiga.

2. Saling mengerti

Saling mengerti apa masalah dia. Bukan hanya saran yang mereka butuhkan ketika terpuruk, namun telinga yang siap mendengar dia bercerita.

3. Tidak saling cemburu

Lihat teman jalan dengan teman lain cemburu. Lihat teman ke kantin dengan teman lain cemburu. Apa-apa di cemburuin, memang dia punya teman kamu saja? Kamu tidak punya teman lain kah?



Yaa.. Kalau menurut saya, itu adalah sifat dasar yang harus ada pada sebuah pertemanan. Mudah kan? Apalagi baca artikel bareng-bareng sama teman :v waah seru deh! *moduspromosi*:3

Sepertinya itu saja, maaf kalau di artikel ini bahasanya agak glibet, bingung harus mulai darimana :v semoga bisa diambil hikmahnya ya. Ok?

Sekian, tunggu artikel selanjutnya yaa.
Byeeeee!!!!


Share:

Monday, 21 March 2016

Belajar Kekinian

Ujian... Ujian... Ujian! Kyaa! Ujian terus-terusan, belajar gak berhenti! Cape! Lelah! 

Jangan ngeluh gitu aja, baru segini udah ngeluh :v o iya, maaf ya kalo aku baru ngeblog lagi, biasa, sibuk persiapin segala hal buat ujian :D

Nah, lagi dan lagi aku bakal ngasih tau cara belajar ampuh! InsyaAllah ampuh cara belajarku ini! Sebelum masuk tema, aku bakal curhat dulu tentang cara belajarku.

Aku ini tipe murid yang bisa dibilang jarang belajar, di bilang males iya juga sih. Belajarku ini tergantung mood aja, kalo lagi pengen belajar aku belajar, kalo nggak? Ya nggak! Tapi, pas aku gak mood buat belajar, aku bakal buka internet loh!

Loh kok malah buka internet?

Aku buka internet itu, main facebook, twitter, blogger, instagram dan sosial media lainnya. Kadang-kadang aku malah ngetik karangan. Tapi, jangan salah, dibalik itu, aku ngerjain soal-soal dan try out online. Lumayan kan?

Nah dari curhatanku tadi, aku mau kasih saran belajar kekinian buat kalian yang ngerasa malas belajar! Ini dia tipsnya :

- Kurangi main di luar rumah

Kalo aku anak rumahan :v bagi kalian yang ngerasa suka keluyuran di luar rumah, coba deh diawali dengan jadi anak rumahan. Dengan begitu, timbul hasrat buat belajar karena bosan. Ini sih, karena pengalaman aku aja sih, tergantung :v tapi InsyaAllah ampuh juga bagi para pembaca.

- Kalau gak mood belajar, jangan paksain

Kalo aku lagi gak mood buat belajar, aku gak maksain. Kalo aku paksain, otak udah gak karuan, gak fokus lagi. Belajar di saat tenang, otak lagi adem gitu. Kapan otak kita adem? Tergantung sih, beda-beda. Nah, kalo otak kalian lagi adem buruan buka buku dan belajar sebelum otak kalian tambah amburadul gak jelas.

- Screenshot pengetahuan dari hp

Semua juga tau kan screenshot? Bisa dsingkat dengan 'ss'. Anak jaman sekarang lebih doyan nunduk daripada jalan tegak, mereka sibuk bersosmed ria. Nah, kalian bisa cari ilmu ilmu dari internet atau misalkan kalian menemukan konten yang sangat bermanfaat, baca dan ss pengetahuannya. Nah jadi kalau kalian lagi buka hp kan bisa buat di baca.

- Soal online dan try out online

Kalian bisa dapetin soal-soal dari internet lalu print semua soalnya, kalian pelajari, barangkali ada yang keluar saat ujian. Kalian juga bisa mengerjakan try out online, barangkali muncul di ujian. Gampang sekali mencari soal-soal dan try out online. Nah ada situs yang bagus banget! Kalian bakal ketagihan deh belajar disini! Benar-benar kekinian!

Namanya Ruang Guru. Disitu ada soal-soal beserta penjelasannya. Kalau kalian ngerjain try ou disini, kalian berasa ngerjain di sekolah. Ada waktunya juga. Tapi jangan lihat buku atau internet ya. Ayo latih kemampuan!

Nah begitu cara belajar kekinian, InsyaAllah bisa kalian coba di rumah. Jangan lupa buat ngerjain soal dan TO online di Ruang Guru ya :)

Sampai jumpa lagi!


Share: