Saturday, 20 January 2018

Catatan Sabtu Malam #1



8:30 PM
(1)
Apa yang aku cari saat ini? 
Sebuah harapan? 
Sebuah mimpi
Atau...

Aku lihat lagi kanan-kiri 
Tawa mereka mengundang cemburu 
Bagaimana aku hanya disini 
Menatap nanar kawan-kawan 
Dan aku
Hanya diam
Hanya melihat 
Hanya tersenyum 
Atau...
Menatap dengan sedih? 

Bolehkah aku marah pada Tuhan
Bolehkah aku mengutuk-Nya
Bolehkah aku pergi dari-Nya

Kenapa impian mereka terwujud
Sedangkan aku hanya terus menunggu
Menunggu jawaban pasti
Sebuah pengharapan fana
Jawaban tak pasti dari-Mu 

Aku peluk lagi malam 
Ku tanya,
Apakah kau tahu cara merayu Tuhan? 

Aku marah pada-Mu Tuhan 
Mengapa seorang hamba taat padamu tidak kunjung dikabulkan impiannya? 
Sedangkan dia
Dia
Dia
Dan dia
Jauh padamu dan Kau wujudkan impiannya
Mengapa Tuhan?

(2)
Malaikat kirimanku datang dengan perkataan membela,
"Tuhan siapkan sesuatu yang jauh lebih indah dari harapanmu."

Kapan? 
Berapa lama aku harus menunggu? 

Dia berkata lagi,
"Tuhan punya rencana besar."

Tapi mengapa mereka tidak harus menunggu? 

Dan malaikatmu menjawab,
"Tak usah kau iri, semua dijawab oleh-Nya, jika impianmu lebih lama diwujudkan..."

Apa? Kenapa? 

Dia melanjutkan,
"Kau makhluk kesayangan, kau yang selalu dirindukan Tuhan, Tuhan ingin kau manja pada-Nya , meminta dan merayu pada Tuhan"

Aku menangis malu-malu 

Malaikat kirimanmu memelukku,
"Aku pun begitu, aku menunggumu doaku terkabul."

Aku menangis. Apa doamu? 

"Supaya Tuhan cepat mewujudkan impianmu."

Aku meringis

"Tak apa, kita harus terus menunggu, Nak." 

(3)
Aku semakin mengerti diri-Mu 
Mengapa aku harus menunggu 
Mengapa impianku tak kunjung kau kabulkan 

Kau ingin aku terus meminta bukan? 
Kau suka suara serakku? 
Atau...

Kau suka malaikat kirimanku berdoa? 
Kau menyayangi dia bukan? 
Dia yang mendoakanku juga
Ya
Aku juga
Namun aku tak sanggup mengatakan cinta padanya 

Namun kali ini saja
Kumohon dengan sangat memohon
Wujudkan segera doaku

Aku ingin kau sehatkan dia
Panjangkan umur dia 
Buatlah dia bahagia selalu 
Dan ucapkanlah cintaku padanya
Aku mohon

Jangan tunda doaku untuk kali ini
Aku harap Kau mengerti maksudku
Aku ingin dia terus mendoakanku
Aku tak ingin doa tulus darinya tiada
Aku hanya ingin terus mendapatkan doa darinya
Dari malaikatmu
Seorang ibu

#Sabtulis
Share:

Saturday, 23 September 2017

Cirebon Biasa Saja?

"Cirebon biasa aja,"
"Cirebon cuma kota kecil, panas, gak ada yang asik," 
"Masa' liburan ke Cirebon,"

Masih yakin sama kata-katanya? Mungkin kalian belum tahu keindahan tersirat yang ada di kota kami. Jangan salah sangka, wisata dan budaya cirebon itu buaanyaaak banget! Gak percaya?

Apa sih yang kalian pikirin tentang Cirebon? Kota yang panas? Kota yang ndeso? Atau kota yang gak punya apa-apa? Eit..eit... jangan dulu bilang gitu dong, kalian belum tau betapa banyaknya magnet wisatawan di Cirebon?

Cirebon itu punya banyak tempat-tempat yang jadi buruan para penyuka selfie loh! Salah satunya adalah Gua Sunyaragi.


foto: pintuwisata.com

Gua Sunyaragi berada di jalan by pass Brigjen Dharsono. Gua ini sering dijadikan tempat wisata bagi masyarakat lokal maupun luar kota, tidak salah jika gua ini sering dijadikan objek foto oleh para fotografer dan penyuka selfie. Tempat parkirnya juga lumayan luas, kalian bisa memarkirkan kendaraan kalian dengan leluasa. Disini juga terdapat panggung budaya untuk pementasan seni. Menambah tarik wisatawan bukan?  Taman bagian depan Gua Sunyaragi bisa dijadikan tempat istirahat, bisa istirahat sejenak bareng keluarga, teman, atau... pacar (jika punya, hehehe).

Harga tiket masuk Gua Sunyaragi Rp10.000, tidak mahal kok, kalian akan dibalas dengan indahnya gua ini, lumayan bisa untuk mempercantik feeds Instagram kan? Selfie-nya pakai produk dari Smartfren yang kualitas fotonya bagus banget! Dijamin hasilnya bening! Habis itu langsung unggah foto kalian ke media sosial dengan intenet dari Smartfren yang supeeer cepat! Bisa pamer ke temen-temen kalian juga kan...


Selain Gua Sunyaragi, ada juga Pemandian Banyu Panas Gempol
foto: berberita.com


Pemadian ini terletak berada di Kompleks Pabrik Semen PT Indocement Tunggal Prakarsa, Gempol, Palimanan, Kabupaten Cirebon. Wisata yang termasuk baru ini sudah banyak dipenuhi wisatawan karena dipercaya airnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit meski belum tau kebenaran secara ilmiahnya.

Tiket masuknya sangat terjangkau, hanya bayar Rp3000 untuk parkir! Tapi... kalau mau masuk kolam renangnya bayar Rp20.000. Pilih yang mana?


Mau wisata yang menambah ilmu sejarah? Kalian bisa datang ke salah satu keraton di Cirebon, yaitu Keraron Kasepuhan.
foto: Wikipedia

Keraton ini berada di Jalan Kaepuhan No. 43, Kesepuhan, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45114. Keraton ini memiliki museum yang cukup lengkap dengan barang-barang kerajaan serta lukisan kolesi kerajaan. Di sini banyak tempat-tempat yang bagus banget buat para pecinta foto. 

Sekitar keraton ini juga terdapat masjid yang sudah terkenal, yaitu Masjid Sang Cipta Rasa. Kalian akan tekagum-kagum melihat srsitektur dari masjid ini yang bedaaa banget!

Kalau mampir ke Cirebon, wajib banget nih buat berwisata sekaligus menambah pengetahuan ke Keraton Kasepuhan. 

Setelah puas berjalan-jalan di Cirebon, pasti perut kalian lapar dong? Cari tempat makan yang enak dan Cirebon banget? Dateng aja ke Empal Gentong H. Apud. Mungkin masyarakat luar kota juga sudah banyak tau tentang tempat makan ini, empa gentong ini bisa dibilang ikonik dari Cirebon loh!

foto: pergidulu.com

Terletak di Jl. Raya Ir. H. Djuanda No. 24, Battembat, Tengah Tani, Battembat, Tengah Tani, Cirebon. Setiap hari, Empal Gentong H. Apud selalu dipenuhi para pengunjung, dulu, sebelum memiliki lahan parkir, mobil-mobil pengunjung membuat macet jalanan, loh! Tetapi sekarang, sudah tidak lagi, sekarang sudah ada lahan parkir yang lumayan luas kok. 

Selain empal entong, ada juga empal asem dan sate, dan masih banyak lagi. Rasanya? Dijamin enak!


Mau makanan khas lainnya? Ada Nasi Jamblang Mang Dul
foto: didisadili.com

Terletak di tengah Kota Cirebon, pokoknya gampang banget ditemuin. Letaknya yang strategis dan halamannya penuh oleh kendaraan pengunjung. 

Tiap hari, tempat ini selalu ramai oleh pengunjung. Buat kalian yang belum ngerasain nasi jamblang, wajib banget cobain makanan khas ini, dan belinya di Nasi Jamblang Mang Dul ya.. 

Ada apa lagi di Cirebon? Mau coba baso yang penyajiannya beda? Datang ke Baso Mang Ita.

Terletak di jalan Garuda, Arya Kemuning. Dan ada juga yang berada di kawassan GTC, sama-sama berada di Jalan Dr. Ciptomangunkusumo. Biasanya yang brada di jalan Garuda lebih ramai, maka jangan salah kalau lebih dari jam dua siang, kiosnya sudah tutup.

Penyajian basonya beda banget, mie dan basonya dipisah. Yang bikin saya suka, rasa kuah basonya yang lezaaaat banget, nah saran saya, jangan kasih saus ke mie atau basonya, lebih baik pakai kecap atau sambal saja.

Baso ini sudah lama banget, dan sekarang dijaga oleh anak dari Alm. Mang Ita. Dulu banget, baso ini dijual keliling, dan sekarang sudah punya dua kios! Hebat bukan?

Blogger Cirebon kapan-kapan kita kumpul disini yuk! Harganya terjangkau, pas untuk kita-kita, nih!

Nah, kamu mau nge-mall? Ada kok, dimana? Yang pertama, Cirebon punya Grage Mall.
foto: panoramio.com
Semua orang Cirebon, gak asing deh sama mall yang satu ini! Semua orang Cirebon pernah dong kesini? Bisa dibilang, mall ini landmark dari Cirebon. Berada di tengah kota, letaknya dekat dengan Nasi Jamblang Mang Dul. Pokoknya gampang banget dicari. 

Ada apa di Grage Mall? Banyaaaakkk.... Pokoknya kamu harus kesini kalau kamu berkunjung ke Cirebon. WAJIB! Hehehe... 

Selain Grage Mall, ada juga Grage City Mall. 

foto: aboutcirebon.id

Lokasinya ada di Jalan Jendral A. Yani, Pegambiran, Lemahwungkuk, Pegambiran. Mall ini lebih besar dari Grage Mall. Jaraknya lumayan jauh dari pusat kota, tapi GCM ini ramai terus! 
Ad apa disini? Banyak, lebih banyak dari Grage Mall. Yang aku uka dari GCM, suka ada bazzaar buku murah! Hehehe.. 

Dan terakhir ada Cirebon Super Block. 
foto: klikhotel.com

Lokasinya ada di jalan Dr. Ciptomangunkusumo. Ini nih, mall kekinian dan tempat favorit anak muda! Biasanya mall ini ramai oleh anak-anak sekolah, khususnya SMAN 1 Cirebon, SMAN 2 Cirebon, SMAN 6 Cirebon, SMPN 5 Cirebon, dan BPK Penabur, karena memang masih berdekatan. Jangan kaget kalau di hari Jum'at, banyak kalian temukan para siswa berseragam. Karena tempatnya memang kekinian banget!

CSB juga menjadi para favorit blogger Cirebon. Sambil duduk santai dan meyantap makanan-makanan yang harganya pas di kantong, sambil nulis buat bahan post selanjutnya, hehehe...

Nah, itu adalah sebagian dari banyaknya tempat wisata di Cirebon. Saking banyaknya wisata dan budaya di Cirebon, saya sendiri bingung mau bahas yang mana. Gimana, sudah merubah perkiraan kalian tentang Cirebon? 

Sekarang, Cirebon itu bak kota besar, maceeeet terus! Apalagi pagi dan sore, penuh oleh para pekerja dan anak sekolah. Sekarang sudah banyk gedung tinggi di Cirebon, itu membuktikan kalau Cirebon bukan lagi kota kecil yang terbelakang. 

Nah, itu saja yang bisa saya bahas tentang kota kecil kami. Semoga untuk kalian warga Cirebon semakin cinta pada Cirebon, dan yang belum pernah mengunjungi Cirebon, tidak ada salahnya kalian mampir ke Cirebon!








Blogger Cirebon
Share:

Friday, 3 March 2017

Kecoa Si Cinta Monyetku

Kecoa Si Cinta Monyetku

            “Aduh!” aku berteriak ketika merasakan jepit rambutku ditarik oleh seseorang.
            “Hahaha! Lucu!” aku menoleh ke arah suara itu, lagi dan lagi, ah rupanya Dafa. Anak itu memang setiap hari menggangguku. Sudah berkali-kali aku bilang pada Bunda, namun Bunda tidak menggubrisnya.
            “Diem ya kamu!” kataku memukul lengan Dafa, “Aku bilang Bunda nih!” kataku lagi.
            “Gak takut, wee!” dia menjulurkan lidah kepadaku. Aku kesal bukan kepalang melihat Dafa yang mirip kecoa ini.
            ***
            “Yaah.. Hujan,” aku mengulurkan tanganku sambil menatap langit. Air hujan ini cukup deras, aku tidak bisa menerobosnya.
            Hari ini jadwal lesku, jarak tempat les dari rumahku cukup dekat. Tetapi kalau hujan begini, mana bisa aku pulang. Aku duduk di teras tempat lesku, membaca buku dongeng pemberian Bunda.
            “Hai gendut!” seseorang menepuk pundakku. Aku menoleh, Dafa! Ya, aku memang satu les dengan kecoa itu, rumahnya juga hanya berjarak sekitar lima bangunan dari rumahku.
            “Gak pulang?” dia menambahkan, nadanya tidak biasa, agak baik gitu deh.
            “Hujan,” jawabku pelan.
            “Pulang sana, mau maghrib,” katanya lagi. Ya ampun Daf! Bagaiaman caranya aku pulang kalau sedang hujan, aku tidak punya payung atau jas hujan.
            “Gak bisa,” jawabku singkat sambil terus terpaku oleh buku dongeng.
            Dia diam, dan mengeluarkan bingkisan dari tasnya kemudian memberinya kepadaku. Aku menerimanya dengan pelan-pelan takut kalau isinya berupa tikus putih yang aku takuti. Aku membuka bingkisan itu, dan kalian tahu apa isinya? Sebuah jas hujan!
            “Pakai saja,” dia tersenyum manis kepadaku, ah tidak biasanya dia baik seperti itu.
            “Nggak ah, kamu pakai saja, kalau aku yang pakai, kamu pakai apa?” tanyaku sambil mengulurkan bingkisan jas hujan tadi.
            “Aku ada kok, nih!” dia menunjukkan sebuah jas hujan lagi. Apa?! Dia bawa dua jas hujan? Untuk apa? Coba pikirkan! “Kemarin aku minta Mama untuk membelikan jas hujan satu lagi buat Nadira, karena aku kasian sama Nadira, kalau hujan harus tunggu Bunda pulang, kan malam banget,” jelasnya. Ya ampun! Seorang Dafa ‘Kecoa’ bisa kasihan juga sama musuhnya? Dafa yang suka bilang aku gendut dan itu faktanya, bilang kasihan sama aku? Why?! “Ayo pulang,” dia mengajakku. Kali ini aku tidak menolak, karena memang aku juga ingin pulang karena sudah mau maghrib, Bunda pulang jam delapan malam.
            ***
            “Nad, kamu dapat kelas apa?” tanya Bella kepadaku.
            “6-A!” jawabku girang sekali.
            “Wah Nadira sekelas sama aku!” tiba-tiba Dafa datang sambil berteriak.
            “Aku gak berharap sama kamu ya Daf!” kataku menyipitkan kedua mataku yang sudah sipit.
            “Kalau beda kelas nanti kita kangen Nad, kan kalau sekelas enak,” jawabnya enteng. “Aku kan bisa lihat kamu terus setiap hari, hehe,”
            Aku pikir wajahku sudah mirip kepiting rebus yang diolesi sambal yang merah sekali, kenapa aku jadi malu?
            “Ciee... Dafa suka Nadira!” tawa seluruh teman-temanku. Ah!
            “Emang iya,” Dafa tersenyum sambil menatapku.
            Kelas enam berbeda dengan kelas lima, tentang keseriusanku, penampilanku, dan sikap Dafa! Ya! Kecoa itu memang benar-benar beda, dia lebih baik kepadaku. Memberikan perhatian-perhatiannya padaku. Ah! Aku pikir dia cuma berubah saja karena sudah besar bukan?
            ***
            “Nad, aku suka kamu,” Dafa menatapku. Saat ini aku sedang duduk bersama Dafa, Dafa yang minta karena Alin tidak masuk kelas hari ini.
            “Haha..” tawaku sedikit garing.
            “Kok ketawa?” tanyanya bingung.
            “Nggak kok,” jawabku.
            “Tadi ketawa,” matanya terlihat serius.
            “Siapa bilang?” elakku lagi.
            “Aku,” Dafa memalingkan wajahnya, “kalau kamu ketawa jadi cantik,”
            Dia ngomong apa sih? Jangan buat aku salah tingkah deh! Sepertinya aku sudah mulai pubertas, pikirku. “Emang aku cantik,”
            “Tambah cantik kalau ketawa, mirip princess,” dia tersenyum bahagia saat itu, mau taruh di mana mukaku ini! Aku malu Ya Tuhan...
            “Oh iya Nad, aku suka kamu dari kelas empat loh,” Dafa menambahkan lagi.
            “Kata Bunda gak boleh suka-sukaan,”
            “Yaudah, sukanya aku simpan saja ya sampai aku gede,” dia mentapku, “boleh?”
            Aku tidak bisa menjawab lalu mengangguk tanpa ekspresi.
            Sejak kejadian itu, aku dan Dafa sedikit menjauh, entah karena apa. Tetapi karena aku menjauh dengan Dafa, aku lebih serius dalam belajar, nilai Ujian Nasionalku juga bagus, masuk sepuluh besar! Aku juga menceritakan apa yang dibicarakan Dafa kepada Bunda, dia hanya tertawa seraya berkata, “Princess Bunda suka sama kecoa ya,”
            Kata Ayah, besok aku akan didaftarkan ke SMP yang favorit, aku akan menjadi anak SMP! Nadira yang lugu ini jadi anak SMP!
            ***
            “Hai Nad,” seseorang memanggilku. Aku yang sedang kebingungan mencari kelas menoleh ke sumber suara yang baru puber itu.
            “Dafa?” tanyaku.
            “Satu sekolah lagi ya,” katanya tertawa menunjukkan matanya yang sipit ketika tertawa, “kamu masih gendut, hahaha,” Dafa masih sama ternyata, bilang aku gendut terus.
            “Aku mau diet!” jawabku kesal.
            “Jangan,” jawabnya datar.
            “Kenapa?” heranku.
            “Nanti aku gak suka lagi,” setelah mengatakan itu, dia lalu pergi meninggalkanku. Siapa peduli kalau dia gak suka aku lagi? Hah?!
            Ah! Akhirnya aku menemukan kelasku, ada di lantai dua, di pojok lagi! Aku telat datang deh! Kursinya sudah penuh semua, lalu aku duduk dimana?
            “Disini,” seseorang meraih pergelangan tanganku, seorang anak perempuan cantik berkucir kuda.
            “Makasih,” jawabku.
            Aku terpaku melihat seorang anak laki-laki duduk di depanku, matanya bulat, kulitnya hitam manis, senyumnya lebih manis, rambutnya keren! Aku pikir sku sudah pubertas karena sudah suka-sukaan. Siapa sih dia? Oh! Namanya Sulthan! Hm.. Aku permaisurinya kali ya? Hahaha...
            ***
            Satu, dua, tiga, empat bulan berlalu. Aku sukses diet! Aku turun cukup drastis! Tetapi pipiku yang gemas mirip bakpau ini masih menempel, tidak apa-apa pipi yang gembul itu lucu, katanya.
            Aku berjalan menuju halte, menunggu angkutan lewat, namun hari sudah sore, angkutan jurusan rumahku sudah sedikit sekali yang lewat.
            “Nad,” aku menoleh. Sudah berapa lama aku tidak melihat wajah ini, dia sibuk karena tugasnya sebagai anggota OSIS, aku sibuk karena aku wara-wiri dari olimpiade ke olimpiade lainnya.
            “Eh Daf,” aku tersenyum.
            “Kurusan ya,”
            “Iya,”
            “Tapi aku masih,”
            “Masih apa?”
            “Suka,” aku tertawa mendengarnya. “Nad, mau jadi pacar aku?”
            Aku tersentak, bayangkan! Anak SMP jaman sekarang mainnya sudah pacar-pacaran?!
            “Ih?” aku bingung dengan pipi memerah.
            “Gimana?”
            “Iya,” entah kenapa aku malah jawab iya. Tolol! Nadira tolol! Masa mau sih pacaran sama mantan musuh, cinta monyet lagi?!
            “Yey!” dia terlihat bahagia. Aku tersenyum seraya mengutuki diriku sendiri.
            Aku pikir, Dafa sudah cukup berkorban kepadaku dari dulu. Aku juga harus membalasnya bukan? Aku juga suka dengannya saat dia bilang aku mirip princess kalau ketawa,
            ***
            Kelas tujuh, kelas delapan, aku masih berpacaran dengan Dafa,dia baik, tidak membosankan. Hobinya membuat humor lucu walau terkadang garing. Tapi lucu aja. Tetapi saat kelas sembilan, dia sedikit menjauh dariku, sempat aku tanyakan kepadanya kenapa, dia tidak menjawab.
            Tetapi aku tidak terlalu memikirkannya, Dafa mungkin sibuk menjadi anggota OSIS. Kalau boleh aku beri tahu, aku sedang dekat-dekatnya dengan Sulthan, ingat dia bukan? Orang yang aku bilang cinta pertamaku, aku sudah tidak suka lagi sekarang, entah kenapa. Aku lebih suka Dafa padahal wajah Sulthan lebih juara dari wajah Dafa yang pas-pasan.
            “Nad, belum pulang?” Sulthan menghampiriku yang sedang memainkan ponsel.
            “Buka apa Nad?” tambahnya, basa-basi, pikirku.
            “Dagelan,” jawabku.
            “Linknya apa Nad?”
            “Hmm bentar, aku kirim di Line aja ya,”
            Aku mengetik URL ‘http://dagelan.co’ pada Sulthan.
            “Makasih Nad,”
            Aku dan Sulthan duduk berdua di kelas, aku sedang menunggu Dafa pulang dari rapat OSIS, dan Sulthan? Entah.
            “Seru ya Dagelan,” katanya menembus suasana sepi.
            “Haha iya,” tawaku singkat. “Aku duluan ya,” aku pamit kepada Sulthan ketika melihat Dafa lewat depan kelasku bersama seorang perempuan.
            “Daf?” heranku. “Siapa?” aku menatap perempuan itu.
            “Bukan siapa-siapa,” jawabnya.
            “Siapa?!” bentakku.
            “Teman,”
            “Aku mau putus Daf!” aku berlari keluar sekolah.
            Tega! Daf! Tega! Kamu yang dulu suka mengejarku kini berhenti dalam hati orang lain, aku yakin Daf, itu bukan sekedar teman. Aku yakin Daf!
            Esoknya, aku sangat malas berangkat sekolah, ingin muntah ingat kejadian kemarin. Aku hendak masuk kelas namun terhenti ketika melihat Dafa dan perempuan kemarin berjalan bersama. Terdengar teriakan, “Pasangan baru, pajak dulu dong!”
            Pasangan? Secepat itukah Daf? Tanpa alasan kamu pergi, astaga! Pipiku memanas!
            Sejak kejadian itu, aku dan Dafa menjauh, sangat menjauh. Saat itu aku merasakan patah hati yang pertama kali. Membekas lama sekali, aku tahu, mungkin kau pikir aku terlalu lebay, namun memang benar adanya, sakit!
            Aku bercerita masalah itu kepada Sofia, sahabatku sejak kelas tujuh. Katanya, aku tidak perlu memikirkan masalah itu. Aku harus fokus karena Ujian Nasional akan diadakan sebentar lagi. Benar, aku cukup bodoh! Untuk apa aku memikirkan masalah ini! Tidak berguna bukan?!
***
Waktu memang cepat sekali ya, aku sudah SMA sekarang. Nilai yang memuaskan, coba saja kalau aku memikirkan masalahku dengan Dafa, nilaiku pasti hancur! Dafa? Dia sekolah di Surabaya sekarang, Mamanya memang orang Surabaya.
So you can keep me
Inside the pocket of you ripped jeans
Dering ponselku berbunyi pertanda telpon masuk.
“Halo?” kataku.
“Nad,” seorang laki-laki menyebut namaku.
“Siapa?”
“Dafa,” aku membatu. Buat apa dia menelponku?
“Oh,”
“Maaf ya, aku benar-benar salah Nad, kamu gak tahu alasanku kan?” kenapa dia langsung ke inti sih? Gak basa-basi dulu?
“Sulthan suka sama kamu,” dia menambahkan lagi.
“Terus?”
“Aku putusin kamu biar Sulthan sama kamu, aku masih sayang sama kamu Nad, aku serius,” perkataannya membuatku bergetar. “Nad?”
“Iya,” jawabku.
“Maaf,” katanya penuh penyesalan.
“Bulan Desember aku pulang, aku mau kita temenan lagi, gak perlu pacaran,” dia berbicara lagi.
“Iya,”
“Aku tahu kamu pasti sakit kan saat itu? Aku tahu Nad, tahu!” dia berbicara keras.
“Iya Daf,” hanya itu yang bisa aku ucapkan.
“Nad,”
“Iya,”
“Sukanya aku buat nanti aja ya, kalau udah dewasa,” dia tertawa di telpon.
“Terserah,” kali ini aku tidak bisa menahan tawaku karena dia mengulang perkataannya beberapa tahun silam. Aku juga terharu ketika tahu alasannya karena dia tahu Sulthan menyukaiku, dia pikir aku juga menyukai Sulthan, tapi tidak. Aku suka dia, Dafa, kecoaku.
Saat itu aku menghabiskan waktu untuk saling berbicara lewat telepon, bertukar cerita, sudah lama aku tidak begini dengannya. Aku tidak tahu kalau Sulthan suka padaku, aku sudah tidak suka lagi, namun Dafa memberitahuku agar menghargai pengorbanan Sulthan seperti aku menghargai pengorbanannya.
***
Patah hati. Awalnya.
Kebahagiaan. Balasannya.
Tuhan memang serba bisa mengatur segalanya, aku patah hati, bodoh! Itu hanya cinta monyet! Buat apa aku patah hati? Tuhan memberitahu, menegurku, aku belum boleh untuk cinta-cinttan. Tugasku untuk mengejar impian bukan pacaran! Hatiku masih rapuh! Dikit-dikit sakit, alah! Lebay!
Aku mengetik itu ke laptopku. Lucu saat aku membacanya berulang-ulang. Rasanya aku ingin melupakan kejadian itu, kejadian dimana aku patah hati untuk pertama kalinya, aku malu! Mengutuki diriku ini. Aku ingin tertawa kencang!
Patah hati? Di umur tiga belas tahun? Hahahahaha... Sepertinya Bunda akan memarahiku ketika tahu aku pernah pacaran di usia muda atau mungkin tertawa dengan kencang sambil berkata, “Masa’ princess pacaran sama kecoa? Masih kecil lagi,”







            
Share:

Friday, 16 December 2016

Maulid Nabi di SMAN 2 Cirebon

Assalamualaikum...

Kita sudah masuk pada bulan Maulid, dimana Rasulullah SAW lahir. Banyak acara yang dilakukan umat muslim untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, tidak terkecuali di SMAN 2 Cirebon, acara maulid itu diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kota Cirebon. Oiya, dalam acara ini, banyak pejabat yang datang loh, seharusnya ada Pak Nasrudin Aziz selaku Walikota Cirebon, tapi sayang beliau ada keperluan tugas.

Walaupun tanpa kehadiran Pak Nasrudin, acaranya tetap seru kok! Yuk lihat bagaimana acaranya!


Nah mereka adalam Tim Rohis  bagian penerima tamu. Tim Rohis itu friendly, tamu jua diajak foto :v btw, bapak gak kalah ganteng sama mas-mas Rohisnya kok...


Nah yang tadi itu para ikhwan penerima tamu, ada juga para akhwatnya, cantik-cantik! Bu guru juga ga kalah cantik kok ya.. 



Oiya, untuk para tamu jangan lupa mengisi buku tamunya ya^^


Blok bagian akhwat. Tempat akhwat dan ikhwan dipisah ya, yang ikhwan gak bisa modus-modusan lagi.


Mereka adalah para siswa yang tidak kebagian kursi, teras pun jadi, gak masalah ya! Semangat mencatat!


Pembawa praacara terbaik! Pak Mukhlas dan Bu Ayi, mereka adalah guru Pendidikan Agama Islam.


Ini salah seorang siswa yang mencoba menjawab pertanyaan. Alhamdulillah masih ada yang bisa menjawab pertanyaan seputar hadits.


Ini adalah pada saat pembacaan barzanji oleh tim Rohis dan guru-guru. 



Ya! Mereka adalah idola baru, Tim Nasyid Rohis. Betah banget dengar mereka nyanyi!


Pembacaan puisi spontan oleh guru Bahasa Indonesia, Bu Dede dan Bu Rayu. Btw, mereka spontan membacakan puisi loh, tidak pakai naskah! Hebat kan?


Ustadz Jajang Aisul Mudzaki yang memberikan tausiyah. Isi tausiyahnya tentang zaman jahiliyah, dan perilaku zaman jahiliyah yang ada pada masa kini. Astaghfirullahaladziim...



Sesi sambutan dari Pak Sekda.



Do'anya yang khusyu' ya, jarang-jarang kita berdo'a bersama. 


Bismillah... InshaAllah amal jariyah untuk perluasan Masjid di SMANDA berkah ya. Perlu diketahui, amal jariyah adalah bekal kita saat di akhirat kelak.


Nah itu adalah serangkaian dokumentasi acara Maulid Nabi Muhammad SAW di SMANDA, masih banyak lagi foto yang diambil Tim Dokumentasi dari Rohis dan Tim Jurnalistik. Beriku foto-foto lainnya.





[Sebelum acara] 


Alhamdulillah...
Acara berjalan dengan lancar, para siswa juga antusias dengan acara ini. Terima kasih Tim Rohis Baiturrahman yang telah menjaga saat acara berlangsung. Terima kasih Tim Dokumenter Rohis (Lita Yulia A, dkk) serta Tim Jurnalistik bagian Potret. Dan syukron untuk Pemerintah Daerah Kota Cirebon yang sudah mengadakan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 2 Cirebon. 

Dengan acara ini, semoga kita bisa meneladani sifat Rasulullah SAW, dan ada perubahaan untuk kita semua. Hamasah berhijrah!!

Jangan lupa follow instagram Rohis SMANDA Rohis Baiturrahman






Share:

Thursday, 15 December 2016

Penuhi Liburanmu Saat di Rumah

Assalamu'alaikum...

Liburan di depan mata loh, setelah menempuh UAS dan dilanjutkan remedial *eh akhirnya kita ketemuan lagi sama liburan! Punya rencana kemana? Pantai? Gunung? Atau mau di rumah aja? Wkwk.. Kalo saya? Di rumah, paling sesekali jalan ke tokbuk atau mal wehehe:v 

Mungkin ada diantara kalian yang mengisi waktu liburan di rumah, hari penat banget, serasa kangen suasana sekolah!;v 

Oiya, saya punya beberapa tips biar kalian gak bosen di rumah, mau tau? Ok! 

1. Lakukan Hal Yang Kalian Sukai

Contohnya kaya menggambar, menulis, ngeblog, dan lainnya. Kalau kalian bosen sama yang ini, pindah ke yang itu. Kalian bisa mengembangkan hobi kalian juga loh biar dapat uang, contohnya membuat berbagai kerajinan dari kain flanel, kalian bisa membuatnya menjadi pernak-pernik cantik, lumayan loh hasilnya. 

2. Masak

Kalianbisa memasak yang kalian suka, mau itu sama ibu atau sendirian. Bahkan kalian bisa bereksperimen dengan bumbu-bumbu dapur, lumayan menghabiskan waktu sampai sore. Perut juga kenyang!

3. Nonton Film

Di zaman yang modern ini, kalau ketinggalan film bagus kita bisa download (walaupun bajakan) tapi setidaknya itu bisa memenuhi kebutuhan hiburan kita. Iya nggak? Nah, buat pecinta fil atau nggak, nonton film di laptop, komputer, handphone, adalah solusi terbaik untuk memenuhi liburan kita!


Masih banyak lagi ide lain yang bisa kalian terapkan biar liburan di rumah gak penat dan bosan. Kalian bisa membantu orang tua, atau mencoba berbisnis:v lumayan lah... 

Oiya saat liburan, jangan terpaku hanya pada bermain handphone saja, kalian bisa lakukan hal yang lain loh, mata kamu rusak loh kalau handphone terus. Atau buat Si Rajin, liburan adalah momen terbaik buat encerin otak! 

Nah, sekian tips singkat dari saya! Ucapkan selamat datang buat LIBURAN^^



Share:

Sunday, 11 December 2016

Kamu Tidak Sendirian

Assalamu'alaikum!!

Alhamdulillah aktif kembali setelah sekian lama vakum:3 maafkan daku yang lama ga ngepost:') nak SMA sibuk ya wkwk :v

Sebenernya agk kaku buat nulis artikel lagi, but, punya ide muncul. Nah saya akan mengambil judul Kamu Tidak Sendirian.

[Masuk Tema]

Pernahkah kamu merasa sendirian tidak ada yang menemani? Dunia seakan tidak menganggapmu ada, teman-teman enggan mengobrol denganmu dengan alasan yang tidak kamu ketahui. Biasanya para perempuan yang sering seperti ini, laki-laki juga, tetapi laki-laki lebih bisa memperbaiki situasi dengan menghilangkan gengsi. Tapi perempuan? you know lah...

Menurut saya, kamu gak harus merenungi nasib gitu deh. Jangan cari alasan buruk kenapa mereka gak mau temenan sama kamu. Hmm, gini deh, aku kasih tau faktornya :

1. Kamu memang susah bergaul

Bisa dibilang kamu introvert, kamu enggan berkenalan dengan orang lain, nah sifatmu yang begitu harus diubah ya. Introvert itu dasar, boleh, tapi kalau masalah pergaulan lebih dikondisikan lagi ya...

2. Kamu sombong

Kayanya gak perlu dijelaskan lagi maksudnya, mulai sekarang intropeksi aja ya, berusaha jadi yang apa adanya.

3. Karma

Kalau dalam Islam, karma itu gak ada. Tapi kalau sebab-akibat mugkin ada, mungkin dulu kamu cuek dan diemin temen, nah mungkin sekarang balasannya. Jadi hati-hati sama setiap perilaku ya.

Masih banyak faktor lainnya, mungkin bisa kalian pikir lagi. Lalu bagaimana memulai pergaulan dengan baik?

1. Salam, Senyum, dan Sapa

Biarin deh orang bilang sok kenal, memang niat mau kenalan kok.. Tapi jangan berlebihan juga ya, biasa saja.

2. Baik

Baik. Baik ya baik. Kalo ada yang kesusahan ya mohon bantuannya jangan cuek amat, tapi jangan terlalu baik, yang ada kamu malah dimanfaatin.

3. Jadi yang terbaik

Apa ya maksudnya? Kalo kamu sudah dijauhi teman-temanmu, berusaha jadi yang terbaik, tunjukkan bakatmu, teman-temanmu bakalan ngebutuhin kamu, meskipun kamu gak tau itu tulus atau tidak.

Berteman itu perlu. Kamu jangan terlalu sendirian. Manusia makhluk sosial loh.

Gimana kalo aku sudah terlanjur sendirian? Orang-orang seperti tidak mau denganku??

Ada juga sih yang begini, mereka nyaman sama kesendirian, mereka trauma sama yang namanya teman, salah? Ngga juga sih, salah satu dan satu-satunya tips ya, dengan melakukan hobi. Hobi itu teman paling terbaik banget deh, dijamin kamu gak akan kesepian.

Menurut saya sih kalian yang suka kesendirian harus mulai bergaul deh (but TS juga suka sendiri:'v) tapi saya lagi berusaha buat bergaul lebih banyak, cape' loh sendirian mulu.

Nah itu adalah artikel singkat penutup tahun ini:'v wkwk gatau deh kapan ngepost lagi, UAS lagi berjalan.

Btw kunjungi instagram annisah03
Share:

Thursday, 11 August 2016

Generasi Tak Terdidik

Assalamu'alaikum... \^^/

Maaf ya saya baru bisa ngepost sekarang, jadwal sibuk nih, hihihi :v

Disini saya akan membahas tentang 'Generasi Tak Terdidik' saya bingung mau kasih judul apa. Karena ini pengalaman saya pulang sekolh tadi.

Sekilas...
Tadi saya naik angkot, bertemu dengan 3 adik-adik kelas SMP saya dulu. Di tengah jalan, gerombolan anak laki-laki berseragam masuk angkot.
Di daerah saya itu sudah biasa, namun mereka masing-masing hampir menghisap rokok?!

Umur mereka kira-kira 13tahun, ya mungkin kelas 2 SMP. Tapi kok sudah berani hisap rokok gitu ya? Tidak tau lah! Saya pun heran. Nah, jadi ceritanya di angkot itu sempiiit banget!

Tau-tau salah seorang anak laki-laki berbicara pada saya, "Heh siro ngali coba rik! Sesek!" jika di artikan itu, "Heh kamu pindah coba rik! (rik : anjing *maaf*) Sempit!'

Saya bukannya ingin di hormati, cuma dia menggunakan kata yang tidak seharusnya di ucapkan. Apalagi jika dikira-kira, umur saya lebih tua darinya. Pantaskah murid menggunakan kata binatang?

Nah jadi itu sekilas cerita saya tadi, hal tersebut mungkin terjadi dimana-mana, generasi muda yang harusnya dapat menikmati keindahan dunia dengan hal positif harus dikotori dengan dunia yang kelam...

Apalagi seorang siswa, anak sekolahan. Apa tidak memalukan almamater sekolah? Saya tau siswa tadi berasal dari sekolah apa, saya bisa saja melaporkan hal tersebut kepada sekolahnya. Bukankah itu memalukan nama sekolahnya?

Lalu bagaimana sih anak-anak tersebut bisa menjadi generasi nakal itu?

Penyebab :

1. Kasih sayang orang tua yang kurang
2. Kurangnya ekonomi keluarga
3. Terbawa teman
4. Mencoba
5. Kurangnya didikan dan kesadaran

Kurang lebih seperti itu, saya tidak habis pikir, bagaimana masa depan mereka (anak nakal) ? Apakah mereka masih memegang prinsip "Nakal dulu baru sukses,"?

Saya pernah bertanya pada guru saya, "Kalau prinsip nakal dulu baru sukses itu maksudnya apa ya Bu?"

Lalu guru saya menjawab, "Tidak ada prinsip seperti itu, kalau masa mudanya nakal, bagaimana dia sukses? Mau ngandalin takdir tanpa usaha?"

Lalu bagaimana sih caranya menyadarkan mereka?

Kalau menurut saya, menyadarkan mereka itu susah sekali, rata-rata anak-anak seperti itu punya pendirian yang 'sok' kuat, bertahan sama prinsip salahnya. Mereka gak pikir lebih tentang apa yang mereka lakukan! Jadi menurut saya, untuk orang tua, mari kita bercengkrama dengan anak, kedekatan orang tua mencegah perlakuan anaknya yang keluar dari batas norma. Untuk sekolah yaaa, memberikan ketegasan dan sanksi yang wajar ya tentunya.
Untuk masyarakat? Cukup bersabar, jangan malah memarahi dan memaki mereka, itu malah buat mereka tambah nakal dan sok jagoan.

Sekiranya itu saja yang bisa saya post disini, semoga generasi seperti itu dapat dikurangi.

Sekian.
Wassalamu'alaikum..

Share: